ku pejamkan mata ku
di dewasa pagi ini
ku dengarkan teliti
bunyi libasan bilah kipas
tercapai jua
bunyi sang ungas dan cengkerik
saling bersahutan
ku pejamkan mataku sekali lagi
kali ini dengan menghirup nafas dalam
memenuhkan ruang didada
masuk aku kedalam mindaku
masuk aku kedalam hatiku
masuk aku kedalam dunia mata yang terpejam
sadis diriku terasa
sakit telah menjadi rugi
telah menjadi lali
hitam gelap pandangan ku
tak tercapai pikiran ku
akan siapa yang akan
menyelamat kan diri ini
dari ditelan
dimakan
rakus oleh kegelapan
kegelapan diriku sendiri
takaala aku merusuh
menjauh kan diri dari si rakus gelap
aku terhenti
mengharapkan seseorang membawa cahaya
tapi aku tahu. itu tidak akan pernah ada maknanya